RSS

Tentang Kelistrikan

14 Agu

A (ampere)

Adalah satuan yang menyatakan kuat arus listrik yang mengalir melalui penghantar selama satu detik. Semakin besar daya yang dibutuhkan oleh elektronik, semakin besar pula kuat arus yang dibutuhkannya. Elektronik membutuhkan kuat arus antara 500mA hingga 5A.

Ω (ohm)

Adalah besar hambatan yang terjadi pada sebuah penghantar, alat listrik, maupun elektronik. Setiap elektronik memiliki hambatan listrik. Semakin besar hambatan listrik (Ω), semakin besar pula arus yang dibutuhkan (A) untuk menggerakkannya.

Sebuah kabel listrik normal memiliki hambatan listrik yang cukup kecil, atau bisa dikatakan nol. Elektronik memiliki hambatan listrik yang cukup besar, sekitar 1Ω hingga lebih dari 500Ω.

V (volt)

Adalah beda tegangan pada dua kutub listrik (positif dan negatif). Dua buah ujung penghantar memiliki tegangan 1 volt jika mengalirkan arus sebesar 1 ampere menuju beban 1Ω.

Setiap sumber daya listrik memiliki voltase yang berbeda. Baterai kering 1,5 volt dan 9 volt, accu 12 volt, dan listrik rumah 220 volt.

VA (volt ampere) dan kVA (kilo volt ampere)

Besar daya listrik adalah hasil kali tegangan dengan arus listrik. Watt juga sering di sebut dengan volt ampere (VA). Satu watt sama dengan 1 VA, sedangkan 1 kVA (kilo volt ampere) sama dengan 1000 VA, sama dengan 1000 watt. VA berbeda dengan V ataupun A saja. VA menyatakan satuan daya listrik, sedangkan V saja menyatakan jumlah tegangan listrik dan A saja menyatakan kuat arus listrik.

W (watt), Wh (watt hour), dan kWh (kilo watt hour)

Adalah besar daya yang dibutuhkan sebuah elektronik untuk beroperasi. Dalam listrik rumah tinggal, total penggunaan daya ini dibatasi, yaitu 220 W, 450 W, 900 W, 1300 W, dan lain sebagainya bergantung pada jumlah yang diajukan pada PLN. Setiap elektronik membutuhkan daya untuk beroperasi, bergantung pada fungsi dan penggunaannya, berkisar antara 15 hingga 500 watt.

Hz (hertz)

Adalah frekuensi arus listrik. Sebelum memahami lebih jauh tentang Hz, dipelajari dulu tentang listrik DC dan AC.

Listrik DC

DC adalah singkatan dari Direct Current. Listrik DC adalah listrik yang mengalir dari satu arah saja, yaitu dari kutub positif (+) menuju ke kutub negatif (–). Sumber listrik DC antara lain baterai dan accu.

Listrik AC

AC adalah singkatan dari Alternating Current, atau arus listrik bolak-balik, mengalir dari sebuah kutub asal menuju kutub lainnya, kemudian balik lagi dari kutub lainnya menuju ke kutub asalnya, demikian seterusnya. Aliran listrik AC tidak memiliki kutub positif (+) maupun negatif (–). Sumber listrik AC antara lain dinamo dan generator. Listrik PLN memiliki basis aliran AC.
Frekuensi (Hz) ialah banyaknya tahap listrik bolak-balik yang terjadi selama 1 detik. Listrik AC dikatakan memiliki frekuensi 100 Hz jika listrik AC tersebut bergerak bolak-balik pada kutub-kutubnya sebanyak 100 kali selama 1 detik. Frekuensi hanya dimiliki oleh listrik AC saja, listrik DC tidak memiliki frekuensi. Jumlah frekuensi AC pada listrik PLN ialah 50 Hz

Sumber :

http://sebayan9.wordpress.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2012 in Home

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: