RSS

Mengenal kaki kaki mobil

07 Sep

“SISTEM KEMUDI”


Ket gambar :

1.Steering wheel

2.Steering coulomn

3.Universal joint

4.Housing steering rack

5.Booth steer

6.Tie rod

Lengan ayun bawah (lower arm)

Tie-rod end : fungsinya untuk menggerakkan stir ke kiri atau ke kanan baik pada jalan yang datar maupun bergelombang. Bentuknya seperti kelereng me­mungkinkan bagian ini bekerja dengan mulus. Dalam kondisi baru bagian ini bekerjanya normal. Tetapi kalau umur pakai sudah lama maka sudah terjadi terjadi kelonggaran. Untuk menguji dapat menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Letakan kedua jari pada bagian tie rod yang menghubung­kan kedua batang penggerak di bagian roda. Minta bantuan seseorag untuk menggerakkan stir ke kiri dan ke kanan. Tie rod yang rusak terasa kelonggarannya pada kedua jari. Gejala umum pada tie rod yang rusak sangat terasa kalau Anda menjalankan mobil di jalan yang rusak. Bunyi-bunyi ribut ini lebih terasa pada mobil dengan sistem kemudi Rack and Pinion

Ball Joint : bentuknya menyerupai tie rod, juga mengalami keausan. Keausan ini menimbulkan kelonggaran sebagai penyebab terjadinya bunyi-bunyi. Ball join adalah bagian yang menahan roda supaya tidak lepas dari chassis. Untuk mengecek kerusakan pada bagian ini Anda perlu mendongkrak bagian depan mobil. Kemudian letakan linggis antara ball joint dan sisi lain yang menjadi dudukan roda. Gerakan linggis naik dan turun, kalau ada kelonggaran sedangkan mur pengancingnya keras, hal ini menandakan perlu mengganti ball joint baru. Ball joint yang rusak juga bisa ditan­dai, saat mobil Anda pada kecepatan 50 samapai 60 km/jam, kebetu­lan masuk lubang kecil atau menabrak bebatuan kecil, stir sekon­yong-konyong menjadi sulit dikendalikan

——————————————————————————————————————————————————————

” GEOMETRI RODA / WHEEL ALIGHMENT ” 

1. Camber

Camber adalah kemiringan roda  bagian atas kearah dalam/luar terhadap garis sumbu vertikal jika kendaraan dilihat dari depan. Besar sudut kemiringannya diukur dalam  derajat. Bila   kemiringan roda bagian atas ke arah luar disebut camber positif. Pada Camber positif roda-roda terdorong ke dalam sehingga mencegah roda agar tidak lepas. Bila sudut camber positif terlalu besar mengakibatkan keausan roda terjadi pada bagian luar roda.Camber positif menyebabkan pengemudian menjadi ringan

Gambar  5. Camber positif

Bila kemiringan roda bagian atas kearah dalam disebut camber negatif. Camber negatif membuat kendaraan cenderung lurus dan stabil.  Bila sudut camber negatif terlalu besar mengakibatkan keausan roda terjadi pada bagian dalam roda. Camber negatif menyebabkan pengemudian berat.Camber negatif menyebabkan efek kebebasan bantalan roda bertambah dan dapat memperbesar momen bengkok spindle.

Gambar 6. Camber Negatif

Bila garis tengah roda sejajar dengan garis sumbu vertikal,maka disebut camber 0.

Camber 0 dapat mencegah keausan ban yang tidak merata. Camber 0 menyebabkan stabilitas pengemudian berkurang, menyebabkan getaran pada roda kemudi besar dan tidak stabil.

Gambar 7. Camber 0

Besar sudut camber.

Besar sudut camber umumnya : -1 s.d 3 derajat

Besar sudut camber yang sering dipakai : 0 s.d 1 derajat

Perbedaan sudut camber.

Yang dimaksud perbedaan sudut camber adalah perbedaan sudut camber roda kiri dan kanan.

Perbedaan sudut camber yang diperbolehkan biasanya sekitar 0,5 derajat ( 30 menit )

2. Caster

Caster adalah kemiringan steering axis bagian atas kearah depan atau belakang terhadap garis sumbu vertikal bila dipandang dari samping kendaraan.

Saat jalan lurus caster berfungsi menggerakkan roda tetap stabil dalam posisi lurus walau roda kemudi dilepas dan pada saat kendaraan membelok ban menopang pada permukaan jalan dengan baik.

Trail adalah jarak antara dari titik potong garis tengan steering axis dengan jalan dan titik pusat singgung ban dengan jalan.

Caster positif adalah bila kemiringan steering axis bagian atas ke arah belakang.

Kendaraan pada umumnya menggunakan caster positif karena menghasilkan kestabilan kendaraan saat berjalan lurus dan daya balik kemudi setelah membelok. Bila caster positif terlalu besar maka akan menyebabkan trail makin panjang dan daya balik kemudi makin besar, akan tetapi kemudi cenderung menjadi lebih berat.

                       Trail

Gambar 8. Caster  Positif

Caster negatif adalah bila kemiringan steering axis bagian atas kearah depan. Caster negatif membuat kemudi ringan, tetapi kestabilan kendaraan saat berjalan lurus menjadi berkurang dan kemudi kurang dapat dikendalikan sehingga jarang digunakan pada kendaraan pada umumnya.

                       Trail

Gambar 9. Caster  Negatif

Caster 0 adalah bila steering axis sejajar dengan garis sumbu vertikal.Pada caster 0 saat kendaraan jalan lurus,roda tidak cenderung mencari sikap lurus,sehingga tidak ada kestabilan saat jalan lurus.

Gambar 10. Caster 0

Sudut caster umumnya : 3 – 8 derajat

Perbedaan yang diijinkan antara roda kiri dan kanan : 0,5 derajat ( 30 menit )

3. Toe Angle (Toe-In dan Toe-Out)

Adalah perbedaan antara jarak bagian depan dan jarak bagian belakang roda kanan dan  kiri bila kendaraan dilihat dari atas.

Bila bagian depan roda lebih kecil ke arah dalam dari pada bagian belakang roda (dilihat dari atas), ini disebut toe-in. sebaliknya susunan yang berlawanan disebut toe-out.

Bila bagian depan roda sama dengan bagian belakang roda,disebut toe-0

Toe-in : A < B

                       Roda bagian depan berada pada posisi saling mendekat

                    

Toe-out : A > B

Roda bagian depan berada pada posisi saling menjauh

Toe-0 : A = B

Roda kiri dan kanan pada posisi paralel

Bila roda-roda depan memiliki camber positif, maka bagian atas roda miring mengarah keluar. Hal ini akan menyebabkan roda-roda berusaha menggelinding ke arah luar pada saat mobil berjalan lurus, dan akan terjadi side-slip. Dan ini akan mengakibatkan ban menjadi aus.

Untuk itu toe-in digunakan pada roda-roda depan untuk mencegah roda menggelinding keluar yang disebabkan oleh camber.

Dengan demikian toe-in berfungsi sebagai koreksi camber dan sebagai koreksi gaya penggerak.

Mobil dengan penggerak roda belakang, penyetelan toe-in umumnya : 0 + 5 mm

Mobil dengan penggerak roda depan, penyetelan toe out umumnya : 0 + 2 mm

———————————————————————————————————————————————————————–

“STABILIZER”

Stabilizer :

mengurangi gejala “limbung”pada mobil saat lari kencang dijalan lurus, terutama jalan yg lurus dan agak bergelombang.
Rear Stabilizer dipasang di bagian bawah belakang bodi, tepatnya di lengan ayun roda. Kedua arm, ditahan dengan plat besi, sehingga gerakan-gerakan tidak terkontrol ini bisa dikurangi. Potensi bergeraknya arm roda itulah yang diredam.

Strut Bar :

membuat mobil lebih mantap saat melibas tikungan dgn kecepatan tinggi. Steer-pun akan terasa lebih enak dikendalikannya.
Strut bar dipasangkan di daerah mesin depan. Bertumpu pada top mount shockbreaker.
Fungsinya, mengikat kedua shokcbreaker, kanan dan kiri, agar momennya berkurang.

Front Lower Bar :

menstabilkan transfer berat antara depan dan belakang, juga dapat meminimalkan dampak kerusakan dari samping.
Kedua sisi dampak shock akan dinetralisir, kekuatan akan menyebar, stabil mobil dan memberikan penanganan yang solid.
Saat ngebut dijalan lurus yg bergelombang, menanjak, menurun.
Roda depan yg sebelumnya seperti melayang, setelah dipasang FLB gejala melayang nyaris hilang.
Front Lower Bar dipasangkan di as balak depan. Dengan ini, struktur plat mobil bagian bawah jadi lebih kokoh, sehingga minim terjadi downforce.

Sway Bar :

menghubungkan arah berlawanan roda (kiri / kanan) bersama melalui tuas lengan pendek dihubungkan oleh sebuah pegas torsi. Berfungsi menahan goncangan bodi mobil. Struktur bodi lebih kokoh terhadap guncangan dan gerakan mendadak pada tikungan tajam.
Swaybar dipasangkan antara Front Lower Bar dan Stabilizer.

Sumber :

http://forum.otomotifnet.com/

http://smkmuhi.110mb.com

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2011 in Paddock

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: